Senin, 08 Oktober 2012

NFBS Menuju Sekolah Adiwiyata


Serang (18/09) – Kondisi lingkungan alam saat ini yang begitu memprihatinkan menuntut kita untuk lebih berperan aktif dalam menjaga dan menanggulangi kerusakannya. NFBS sebagai institusi pendidikan yang bercita-cita melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang beriman sesuai dengan motto-nya “Waj’alna Lil Muttaqina Imama” merasa berkewajiban untuk turut berperan serta dengan cara membangun sekolah berwawasan lingkungan.
Pada hari Senin kemarin, 17 September 2012 SMAI NFBS me-launching program sekolah Adiwiyata yaitu program milik Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam usaha menjalankan program tersebut, NFBS khususnya SMAI telah merancang langkah-langkah yang akan dilaksanakan, diantaranya: membuat kebijakan, mengembangkan kurikulum, kegiatan partisipatif, maupun pengembangan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan.
Tujuan besar program ini adalah menjadikan sekolah sebagai tempat ideal untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi serta sebagai tempat untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika keislaman.

Rencana kegiatan pun sudah tersusun rapih untuk dilaksanakan dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Dalam hal pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, NFBS akan melakukan pengembangan visi dan misi sekolah adiwiyata serta terus mensosialisasikan visi misi ini dengan berbagai media, mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH), pengembangan kapasitas SDM di PLH, pengembangan sekolah untuk terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bersih serta pengembangan alokasi dana untuk kegiatan PLH.
Selain itu untuk pembenahan kurikulum yang lebih menekankan aspek lingkungan hidup akan dilakukan. Beberapa rencana yang siap dilaksanakan antara lain: penambahan materi lingkungan hidup dalam KBM, pengembangan metode belajar lingkungan hidup dan pelaksanaan kegiatan untuk menambah pengetahuan lingkungan hidup, mebangun kemitraan dengan pihak lain dalam bidang lingkungan hidup serta perbaikan sarana prasarana agar lebih mendukung kesuskesan program ini demi terselamatkannya lingkungan tempat kita tumbuh dan berkembang ini.

PPBN SMAI NFBS ; Pembelajaran Bela Negara Sejak Dini


Oleh : Fahmi Irhamsyah (wakasis SMAI NFBS)
Sebagai negara dengan julukan Jambrud Katulistiwa yang mengandung kekayaan alam tak terhitung serta jumlah pulau yang hampir mencapai angka 18.000 pulau, maka Indonesia sangat rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Baik ancaman negara maupun non negara (Asymetric war), ancaman tersebut dapat berupa ancaman perang senjata maupun non senjata seperti invasi budaya, sains, teknologi maupun rumpun ilmu pengetahuan lainnya yang ditujukan untuk mengeruk kekayaan alam bangsa kita. Dalam konteks ini pertahanan negara harus secara simultan senantiasa diperbaharui agar mampu mengimbangi perkembangan ancaman keamanan.
Untuk menjaga stabilitas nasional maka andil seluruh stakeholder bangsa perlu dioptimalkan. Salah satu sektor yang juga sangat potensial menjaga kemanan negara dari dari ancaman non perang adalah sektor pendidikan. Mengapa? sebab pendidikan sangat efektif dalam membentuk karakter sebuah bangsa, karakter inilah yang kemudian secara otomatis menjaga sebuah bangsa dari ancaman invasi budaya sehingga karakter bangsa dapat tetap terjaga.
Oleh karenanya, pengenalan terhadap pendidikan cinta tanah air harus dilakukan sedini mungkin melalui pendidikan. Salah satu alasan ini pula yang menyebabkan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan hari ini sangat concern terhadap Pendidikan Karakter Bangsa (PKB).
Sebagai respon terhadap kebijakan implementasi PKB dalam ranah sekolah, Nurul Fikri Boarding School selalu melakukan terobosan-terobosan baru dan membangun kerja sama dengan berbagai Instansi yang concern dan care terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan karakter. Salah satu buah dari kerjasama yang telah dirajut sejak berdirinya NFBS, Alhamdulillah kini NFBS kembali melaksanakan Bimtek Pendidikan Karakter Bangsa untuk para guru NFBS dan juga beberapa guru sekolah mitra NFBS dilingkungan Kab. Serang, kegiatan ini terselenggara atas dukungan penuh dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan.
Selain bimtek PKB, tahun ini NFBS menjalin kerja sama dengan Korem 064/Maulana Yusuf Provinsi Banten untuk melaksanakan PPBN (Pendidikan Pendahuluan Bela Negara) untuk 200 siswa SMAI NFBS. Program ini relevan dengan dengan butir-butir karakter dalam PKB yakni karakter cinta tanah air, peduli lingkungan dan sosial. Selain itu, salah satu tujuan besar dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah memunculkan kesadaran para santri agar memiliki rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa, serta agar seluruh santri NFBS memiliki kemampuan awal bela Negara.
Sejalan dengan visi besar NFBS yakni membentuk imamul muttaqin, maka dalam kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 22-24 oktober 2012 ini santri akan mendapatkan berbagai macam materi dengan metode klasikal dalam ruangan (indoor) maupun out door. Untuk materi dalam ruangan, santri akan mendapatkan beberapa materi dari berbagai narasumber yang kompeten dibidangnya.
Hasil rapat terakhir yang dilakukan pada hari Jumat 28 September 2012, santri akan mendapatkan materi dari beberapa perwakilan instansi dilingkungan provinsi Banten. Dari unsur militer santri akan mendapatkan beberapa materi seperti wawasan kebangsaan, pengantar bela negara, ketahanan nasional, pancasila dan sejarah perjuangan bangsa. Dari Polda Banten santri akan mendapatkan materi tentang kenakalan remaja dan budi pekerti serta kepemimpinan. Dari tokoh masyarakat santri akan mendapatkan materi lifeskill dengan tema kewirausahaan, dan dari BNN santri akan mendapatkan materi bahaya narkoba serta pengetahuan kesehatan. Untuk kegiatan outdoor panitia PPBN telah melakukan komunikasi dengan Pramuka ditingkat Kwarda Banten untuk mengelola kegiatan tersebut.
Selain berbagai materi, panitia PPBN pun telah berkomunikasi dengan delegasi dari kepolisian dan kementrian pertahanan untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang proses masuk untuk menjadi taruna di Akademi Kepolisian, Akademi Militer maupun Universitas pertahanan. Dengan begitu diharapkan kelak pengetahuan santri makin bertambah dan lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus dari NFBS. Sebagai bentuk penjernihan hati, dalam PPBN inipun panitia akan melakukan muhasabah malam. Karena cukup padatnya agenda ini maka kami panitia PPBN memohon doa pada seluruh orang tua santri dan pembaca agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal dan berbuah kebaikan, yakni munculnya tunas-tunas muda harapan bangsa yang akan memimpin negeri ini dengan tetap berpegang pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Seminar Parenting “Pentingnya Komunikasi Efektif Dalam Mengembangkan Potensi Anak”


Serang (25/09) – Model sekolah berasrama seperti NFBS membutuhkan perhatian lebih dalam hal membangun pola komunikasi yang efektif antara siswa, sekolah, orang tua dan wali asrama. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, hari Ahad, 23 September 2012 diadakan acara seminar parenting yang diikuti oleh orang tua santri kelas 10 dan 11, guru SMAI NFBS serta wali asrama dengan total jumlah peserta mencapai lebih dari 80 orang dan berlangsung di ruangan Mini Theater NFBS. Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an dan diikuti dengan sambutan dari kepala sekolah SMAI NFBS, Ust. H.R Win Wirawan, S.Pd.
Memasuki inti acara yaitu seminar dengan pembicara Ibu Cicih Sukaesih, S.Psi. Materi yang dipaparkan adalah seputar teknik komunikasi efektif antara santri, orang tua, sekolah serta wali asrama yang tujuan akhirnya yaitu mampu membuat potensi santri berkembang secara maksimal. Sebuah komunikasi dikatakan efektif apabila kedua belah pihak yang terlibat dapat saling memahami kondisi masing-masing.
Beliau memaparkan contoh-contoh pola komunikasi yang salah dan kerap terjadi antara orang tua dan anaknya, yaitu ketika beberapa orang tua memaksakan kehendak kepada anaknya saat memilih jurusan dan melanjutkan kuliah di Universitas yang sesuai dengan selera orang tua tapi berlawanan dengan keinginan sang anak. Dalam hal ini, orang tua haruslah membuka ruang diskusi dengan sang anak agar tidak terjadi keterpaksaan yang pada akhirnya tidak baik bagi perkembangan sang anak.
Disampaikan juga beberapa contoh kasus kesalahan komunikasi antara orang tua santri dan wali asrama, terkadang santri salah menyampaikan suatu permasalahan kepada orang tuanya, sehingga permasalahan kecil menjadi terlihat lebih besar dari kenyataannya. Dalam hal ini hendaknya terjalin komunikasi yang terjaga secara terus-menerus antara orang tua santri dan wali asrama agar tercipta saling pengertian.
Juga beberapa kesalahan cara pandang yang selama ini sering terjadi diantaranya adalah kesalahan dalam memandang jurusan IPA pasti lebih baik dari IPS. Padahal belum tentu demikian, terkadang potensi seorang anak ada di IPS tapi dia harus “menuruti” keinginan orang tuanya yang memandang IPA lebih bergengsi dari IPS. Bahkan beberapa anak sengaja membuat rendah nilai mata pelajaran IPS nya agar nanti melanjutkan ke jurusan IPA di kelas 11.
Demikian acara menarik ini berakhir beberapa saat menjelang waktu dzuhur tiba.

SNMPTN Tulis Dihapus; Dilema Bagi Sekolah Jujur

Oleh : Fahmi Irhamsyah, S.Pd (Wakasis SMAI NFBS)
Santer sudah terdengar bahwa tahun ajaran ini SNMPTN Tulis akan dihapuskan, sebagai gantinya pemerintah akan meningkatkan prosentase penerimaan SNMPTN Undangan. Mengenai jumlahnya terdapat versi berbeda yang penulis dapatkan dari beberapa media. Pertama, ada media yang menyebut kuota masuk PTN adalah 60% melalui undangan dan 40% Ujian Masuk. Ada pula media yang menyebut 90% melalui undangan dan 10%nya melalui ujian masuk. Mengenai jumlah kuota dari tiap sekolah pun beberapa sumber menyatakan perbedaan. Ada yang menyebut kuota persekolah ditentukan oleh akreditasi, misal suatu sekolah memiliki akreditasi A, maka sekolah tersebut berhak mengirim 50% dari jumlah siswanya. namun, jika sekolah tersebut memiliki akreditasi dibawahnya maka jumlahnya semakin menurun. Menurut media lainnya, jumlah tidak ditentukan oleh akreditasi sekolah, artinya setiap sekolah berhak mengirimkan 100% siswanya untuk berlaga dan “beradu nasib” dalam SNMPTN Undangan. Mengapa bisa terjadi perbedaan informasi? mungkin karena hingga hari ini sekolah belum mendapat berita resmi terkait prosedur pelaksanaan SNMPTN2013. Semoga saja dalam waktu secepatnya informasi dapat diberikan.
Sebagai sebuah ilustrasi jika SNMPTN tulis dihapuskan maka sejatinya universitas akan mengalami kesulitan dalam menyeleksi calon mahasiswa nantinya. Mengapa? pertama, akreditasi. jika Akreditasi digunakan sebagai instrumen yang menentukan kuota sekolah, maka akan muncul problematika sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa terkadang akreditasi yang sama belum tentu menggambarkan kualitas sekolah yang juga sama. kedua, pembatasan kuota atas dasar akreditasi bisa saja membatasi potensi siswa cerdas yang bersekolah pada sekolah dengan akreditasi biasa saja dari daerah pelosok di negeri ini. Ini jelas akan memberatkan sebab sebelumnya siswa yang tidak lolos SNMPTN undangan bisa mengikuti SNMPTN tulis dari daerahnya masing-masing, bagaimana dengan nanti? mengikuti ujian masuk? berapa banyak Universitas yang sudah dan akan membuka ujian Masuk (lokal) di daerah? bagaimana dengan biayanya? sudahkah menjangkau daerah kecil? sebab akan sangat kasihan jika misalnya seorang siswa cerdas dari papua harus ke pulau Jawa hanya karena ingin mengikuti ujian lokal.
Nilai UN sebagai salah satu penilaian SNMPTN undangan
Hal yang berbeda dalam SNMPTN tahun 2013 juga adalah penggunaan nilai UN dalam penentuan SNMPTN undangan. Berdasarkan analisis penulis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan ini. Pertama, waktu pelaksanaan. Umumnya, informasi PMDK atau SNMPTN undangan telah tiba di sekolah pada bulan Desember dan pengumuman penerimaan melalui SNMPTN undangan sudah bisa diketahui pada bulan april, biasanya sebelum UN berlangsung. Jika harus menunggu hasil UN terlebih dahulu maka kemungkinannya baru bisa diumumkan setelah UN. Sudahkah hal ini dipertimbangkan oleh universitas?
Kedua, kualitas penilaian UN. Pengalaman penulis menjadi Tim Independen pengawas UN dan juga panitia SNMPTN Tulis menunjukkan bahwa SNMPTN Tulis lebih kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan daripada UN. Mengapa? karena dalam pelaksanaan UN penulis serta beberapa kawan yang merasakan hal serupa seakan mendapatkan tekanan emosional dari sekolah. Penulis yakin tidak semua sekolah melakukan ini, namun sekolah yang penulis pernah bertugas sebagai tim independen disana, sejak awal kedatangan penulis dan pengawas dari elemen guru menyampaikan keluh kesahnya terkait dengan sekolahnya. Lalu kami digiring pada ajakan untuk tidak terlalu mengawasi atau mencurigai siswa agar tidak menyebabkan stres pada siswa saat ujian sambil beliau menyatakan, “bapak-ibu guru kan punya anak didik juga, jelas bisa merasakan sakitnya kalau anak kita ada yang tidak lulus UN”. Kejadian seperti ini sama sekali tidak penulis dapatkan pada saat menjadi panitia SNMPTN, mengapa? sebab bagi sebagian besar sekolah, tidak lulus 100% dalam UN jelas lebih menyakitkan dari pada tidak 100% anaknya diterima di PTN.
Ketiga, kejujuran dalam UN. Syndrom ketakutan tidak lulus 100% dalam UN ternyata direspon berbeda oleh tiap sekolah, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sekolah yang merespon syndrom ini dengan mendrill siswanya melalui penambahan Jam, Muhasabah meminta pertolongan pada Allah dan senantiasa diajarkan untuk jujur apapun hasil yang didapatkan. Namun tidak sedikit pula sekolah yang merespon ini dengan membuat “tim sukses” yang kadang menghalalkan segala cara. Berita tentang kebocoran soal, jual beli soal, sms jawaban ke handphone pengawas, bahkan sogok menyogok pada pengawas mungkin pernah kita dengar menghiasi proses berjalannya UN.
Tahun ini kemungkinan pemerintah akan menjadikan 20 tipe soal pada tiap kelas, artinya semua siswa akan mendapatkan soal yang berbeda. Namun apakah ini sudah diuji efektif dan objektifitasnya? semoga BAB kualitas kejujuan dalam UN ini juga telah dibahas oleh para pemangku kebijakan pendidikan di negeri ini, jangan sampai dihapusnya SNMPTN tulis justru merugikan sekolah yang komitmen dengan kejujuran. Sebab apalah arti nilai yang tinggi, kelulusan 100% dalam UN dan SNMPTN undangan jika tidak didapatkan dengan jalan kejujuran, bukankah kejujuran salah satu pondasi utama pendidikan?

Sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata Kepada Para Guru


Serang (05/10) – Sebagai upaya untuk mensukseskan program pengembangan sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata). SMAI NFBS yang diberi tanggung jawab pelaksana program ini terus melakukan upaya sosialisasi kepada semua pihak di dalam maupun di luar lingkungan NFBS. Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi kepada para guru NFBS yang bertempat di ruangan Mini Theater NFBS pada tanggal 26 September 2012 dalam acara pembinaan rutin guru.
Acara ini dihadiri oleh para guru SMPI dan SMAI NFBS yang memenuhi ruangan Mini Theater. Dimulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB dengan pembawa acara Ust. Sahirul Alim, S.Si yang mewakili bidang HRD. Pembukaan acara dilakukan dengan kursus singkat bahasa Arab yang rutin diadakan setiap awal rapat pembinaan guru dengan Pembina yaitu Ust. Sugeng Saidi Salim, S.Pd I hingga pukul 14.00 WIB. Kursus bahasa Arab pada rapat rutin pembinaan guru ini dimaksudkan agar berjalan efektif, di mana hampir semua guru hadir dalam rapat tersebut.
Kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu sosialisasi program Adiwiyata kepada para guru yang disampaikan oleh Ustadzah Ruswati, S.Si mewakili panitia pelaksana program tersebut. Beliau menyampaikan latar belakang pelaksanaan program ini adalah untuk turut serta berperan aktif mengatasi kerusakan lingkungan alam yang sudah sangat mengkhawatirkan.
Beliau juga menyoroti tentang masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang. Oleh karena itu sekolah diharapkan menjadi motor dalam upaya penyadaran masyarakat terutama generasi muda. Juga disampaikan tentang langkah-langkah untuk mensukseskan program ini yang menuntut peran serta seluruh elemen NFBS terutama para guru yang akan memberikan pemahaman kepada para santri.
Diharapkan dengan sosialisasi semacam ini yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan pemahaman yang jelas demi terwujudnya perbaikan secara berkelanjutan